catatan usang
Bingung gak tau apa yang mau dikerjakan. Terlalu santai kerja ini. Aku takut gara2 aku santai trus mereka ( para bos ku ) melihatku jadi punya pandangan bahwa aku pemalas, abis itu mereka memecatku, trus aku nganggur, trus hanya dirumah saja, masukin lamaran, gak dipanggil-panggil, stress meningkat, penyakit gila kambuh, abis itu gak bisa kubayangkan apa yang akan aku lakukan. Ada kalanya aku tak takut akan hal itu, dan ada kalanya aku tidak mau peduli akan hal itu dan yang paling sering aku dihantui oleh rasa takut kegagalan. Bukan hanya takut gagal dalam pekerjaan tapi juga pacaran dan yang lain sebagainya. Aku merasa ketakutanku timbul karena sesuatu yang gak jelas, makanya aku sering bilang diriku gila. Banyak hal yang menunjukkan hal itu. Aku gak nyambung ama pacarku, dia gak percaya ama aku, tapi kenapa dia mau jadi pacarku ya?!?!?? jadi bingung?!?#?@?# jangan-jangan dia juga gila ( becanda ya bukkkkk ). Atau dia menjadikan aku pacarnya karena untuk pelarian, atau butuh teman jalan, butuh orang yang membuat dia kesal, butuh orang utk di ajak rusak ke jakarta, butuh status, atau butuh, butuh, butuh yang laiiiiiiiiiinnya. aku gak tahu. Inilah yang kadang menggangguku. Aku berusaha menganalisa dan menebak alasan dia mau jadi pacarku, tapi dia melarang, jadi apa yang harus aku lakukan? ( ada yang tahu?) Adakah cinta ini namanya? aku gak tahu. Bila yang begini namanya cinta......... ahkhahk. aku jadi tambah bingung. ( woiiiiiiiii bantuin donggggggggg). Mungkin salah ku juga terlalu berharap pada sebuah janji yang dia lontarkan. Yah... janji inilah yang membuatku berjuang untuknya. Janji yang dia ucapkan, walau itu cuma janji untuk berusaha memberikan hatinya padaku, yah hanya janji untuk berusaha, bukan janji untuk memberikan hatinya padaku. Oh..... bodohnya aku, yah inilah yang sering menggangguku. AKu merasa bodoh, bermodalkan itu kupertaruhkan semua yang kumiliki, habis sudah aku, aku telah telanjang dalam menjalani sisa hidupku saat ini. Mungkinkah aku mampu memenangi perjudian yang tidak setimpal ini? Peluang kecil dan itu sekarang sudah menipis dan aku ujung-ujungnya hanya bisa pasrah. Dulu aku masih punya modal optimisme, tapi itu sekarang kurasa sudah hilang, tinggallah aku yang telanjang, yang harus lari dikerumunan, bisakah aku tidak melalui jalan ini? AKu tak tahu, hanya tinggal pertolongan Tuhan saja yang ku harap ( tolong aku ya Tuhan...:) Tuhan baik deh ;) )

0 Comments:
Post a Comment
<< Home